Kamis, 03 November 2011

Merajut Benang-Benang Emas

mulai menggoreskan pena kebanggaanku..
Mengikuti kata hati,ku rangkai kata demi kata..
Ku rajut benang-benang emas,hingga membentuk sulaman nan indah..
Derai air matapun turut berbicara,
seakan menjadi saksi bisu akan kesungguhan dan kesabaranku..
Tak jarang jarum sulam melukai jariku..
Seolah tak menghiraukan rasa ngilu itu,
harapan besar menyelesaikan sulaman benang-benas emas dgn sempurna,
menggerakan aku 'tuk tetap melanjutkan rajutan yg tertunda..
Bercak-bercak darah memberikan sentuhan alami pada rajutan benang-benang itu..
Bekasnya tak kan hilang kecuali aku berusaha menghilangkannya..

Tetesan keringat turut menemaniku..
Rasa letih yg menyelinap dalam benak ku membuatku ingin segera mengakhiri pekerjaan ini..
Hampir setiap detiknya aku mengeluarkan pertanyaan yg sama dalam hati "Tuhan, apa aku sanggup menyelesaikan ini?"
seakan mendapat bisikkan sang malaikat,
meyakinkan bahwa aku mampu menyelesaikannya karena Tuhan selalu bersamaku.
Semangadku kembali membara..
Tak lagi pedulikan letih,luka,ataupun berjuta rintangan lainnya..
Karena aku melihat cahaya kebahagian yg telah menantiku di ujung sana..
Segera ku lanjutkan pekerjaanku sambil berkata dalam hati "tuntun aku dgn kuasaMu dan antar aku pada titik kebahagianMu wahai Zat yang MAHA SEMPURNA"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar