Kamis, 22 Desember 2011

Pertentangan Sosial dan Integrasi

Perbedaan Kepentingan Masyarakat

Hidup bermasyarakat adalah menjalani kehidupan dengan baik antar individu, kelompok maupun golongan yang terdapat di masyarakat. Ikatan berupa norma atau aturan yang ada di masyarakat dengan para anggotanya sebagai alat pengontrol agar masyarakatnya tidak terlepas pada norma yang ada. Sebagai buktinya adalah rasa solider,tenggang rasa yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap sesamanya. Antar anggota masyarakat memiliki persamaan-persamaan dalam berbagai hal, dari persamaan itulah juga akan ditemukan perbedaan. Perbedaan itu salah satunya adalah perbedaan kepentingan masyarakat. Setiap anggota masyarakat pasti memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan itu dapat disebut sifat naluriah. Perbedaan kepentingan itu juga dapat terjadi karena setiap kebutahan anggota masyarakat selalu berbeda. tergantung pada gaya hidup masing-masing anggota masyarakat. Seperti kebutuhan pokok, sekunder dan tersiernya.


Pertentangan Sosial  

Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar-dasar konflik antara lain:
1.     Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
2.  Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.     Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi pada lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat. Pertentangan sosial bisa di artikan sebagai suatu kasus atau suatu masalah yang sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat karena di dalam kehidupan bermasyarakat setiap individu memiliki cara pandang dan tujuan yang berbeda-beda dengan orang sekitar nya ,hal tersebut lah yang dapat menciptakan pertentangan sosial ,sebagai contoh nya adalah sering terjadi nya tawuran antar warga yang di sebabkan karena perbedaan agama,ras,suku dan golongan setiap individu nya .


Intregasi Sosial

Integrasi berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.  Integrasi juga adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap kebudayaan mereka masing-masing.  Integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.

Bentuk Integrasi Sosial

·       ·   Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
·  Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Faktor-Faktor Pendorong

a. Faktor Internal :
1.   kesadaran diri sebagai makhluk sosial
2.   tuntutan kebutuhan
3.   jiwa dan semangat gotong royong

b. Faktor External :
1.   tuntutan perkembangan zaman
2.   persamaan kebudayaan
3.   terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
4.   persaman visi, misi, dan tujuan
5.   sikap toleransi
6.   adanya kosensus nilai
7.   adanya tantangan dari luar

Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

1. Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2.   Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang tinggal diwilayah tertentu dengan waktu yang cukup lama dan saling berinteraksi, didalamnya terdapat aturan-aturan yaitu hukum-hukum yang berlaku diwilayahnya bertempat yang berfungsi untuk melindungi dan mengatur masyarakatnya dalam mencapai tujuan yang dianggap baik bagi masyarakat itu sendiri. Masyarakat terbagi menjadi 2, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.

1. Masyarakat pedesaan

Desa dapat diartikan sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa merupakan bagian penting bagi keberadaan bangsa Indonesia. Penting karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan untuk tegaknya bangsa Indonesia. Dapat diambil kesimpulan bahwa desa merupakan pembangun bangsa secara menyeluruh.

Masyarakat pedesaan sering disebut masayarakat tradisional. Masyarakat pedesaan pada umumnya memiliki karakterisitik sebagai berikut:

·    Dalam perbuatan tolong-menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diterima orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
·       Mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, dan tidak suka akan orang yang berbeda pendapat.
·  Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.
·      Berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.
·        Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu.


2. Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai masyarakat modern. Masyarakat perkotaan di terbatas oleh aspek-aspek seperti pakaian, makanan ataupun perumahan tetapi lebih dari itu semua. Masyarakat kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup. Pada umumnya, masyarakat kota menganggap makanan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosial dan  pakaian merupakan perwujudan kedudukan si pemakai, sangat berbeda dengan orang desa yang menganggap makanan merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan biologis. Terlihat jelas perbedaan diantara.

Masyarakat kota memiliki karakterisitik antara lain:

·     Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingan kehidupan keagamaan di desa.
·   Masyarakat kota biasanya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
· Pembagian kerja warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
· Masyarakat kota memiliki banyak kemungkinan mendapatkan pekerjaan dibandingkan masyarakat desa karna dikota lebih banyak lapangan pekerjaan daripada di desa.
·     Memiliki pemikiran yang rasional
·     Perubahan sosial tampak nyata di kota.


3. Hubungan desa dan kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan memiliki hubuungan yang erat, saling ketergantungan, dan saling membutuhkan. Sebagai contoh Kota membutuhkan desa dalam pemenuhan kebutuhan pokok yaitu seperti beras, sayur-mayur, daging maupun ikan. Desa juga membutuhkan kota dalam pemenuhan kebutuhan juga seperti obat pembasmi hama, obat-obatan, yang sulit didapatkan oleh masyarakat desa. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat desa tetapi sulit untuk dijangkau seperti tenaga-tenaga dibidang kesehatan, montir-montir dan alat transportasi.


4. Aspek positif dan Negatif

Untuk memberikan rasa aman, tentram dan nyaman dalam aktivitas warganya, kota diharuskan menyediakan fasilitas untuk menunjang hal tersebut yang berarti kota harus berkembang.
Suatu pengembangan kota tidak mengarah pada satu organ tersendiri yang terpisah dari daerah sekitarnya karena kedua saling penaruh-mempengaruhi.

Rabu, 21 Desember 2011

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

1. Pelapisan Sosial

Dimasyarakat terdapat kelompok-kelompok sosial atau disebut juga pelapisan sosial (stratifikasi sosial). Pelapisan sosial merupakan pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara bertingkat. Pada umumnya yang terlihat dimasyarakat, pelapisan sosial dapat terjadi karena adanya perbedaan antar anggota masyarakat berdasarkan hal-hak berikut:
1.Kekayaan, yaitu kekayaan yang dimiliki seseorang akan menentukan lapisan sosialmana yang akan ditempatinya, lapisan atas atau lapisan bawah.
2.Kekuasaan, yaitu orang yang memiliki kekuasaan yang besar biasanya juga memiliki kekayaan yang lebih banyak diantara lainnya tentu ia akan menempati lapisan teratas dalam tingkat lapisan sosial dan begitupun sebaliknya.
3. Kehormatan,  Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. 
4. Pendidikan atau Ilmu Pengetahuan, yaitu seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

Pada masyarakat sekarang, terlihat bahwa banyak anggota masyarakat yang menempati lapisan sosial tingkat bawah dibandingkan lapisan atas. Hal tersebut dapat digambarkan seperti piramida sistem lapisan sosial masyarakat. Dimana lapisan tersebut semakin keatas semakin mengecil. Tergambar jelas bahwa lapisan atas memiliki banyak kelebihan dalam segi kekayaan, kekuasaan, kehormatan dan pendidikan. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila lapisan atas dapat memberikan perlindungan ataupun bantuan yg perlukan oleh lapisan dibawahnya. Semua itu akan tercipta suatu hubungan baik antar anggota masyarakat walaupun terdapat perbedaan lapisan sosial diantaranya.


2. Kesamaan Derajat

Kesamaan derajat merupakan suatu persamaan hak antar manusia tanpa memandang ukuran kekayaan, kekuasaan/wewenang, kehormatan, maupun pendidikan yang dimiliki seseorang. Persamaan hak tersebut dicantumkan dalam sebuah pernyataan sedunia Hak-hak Asasi Manusia atau Universitas Declaration of Human Right tahun 1948.
Persamaan derajat di Indonesia mengenai hak dan kebebasan juga telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 beserta pasal-pasalnya. Dalam hukum Indonesia ada 4 pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak-hak asasi, yaitu pasal 27, 28,29, dan 31. Hukum tersebut dibuat untuk melindungi dan mengatur masyarakat tanpa adanya perbedaan. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak asasi juga memiliki kewajiban dasar yaitu yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke IV. Kesimpulannya adalah Kesamaan derajat yang ada di Indonesia yang tercantum dalam HAM (Hak Asasi Manusia) dengan pasal-pasalnya akan menghapus suatu pelapisan sosial yang ada ditengah masyarakat, karena setiap manusia memiliki kesamaan hak dan kewajiban yang telah diatur oleh hukum yang berlaku dinegaranya tentang hal yang bersangkutan. Tidak ada masyarakat kelas atas atau kelas bawah, setiap manusia itu sama derajatnya dimata Tuhan.


3. Elite

Elite dalam arti yaitu orang-orang terbaik atau pilihan dari suatu kelompok, atau kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb). Kata Elite biasanya menujuk pada sekelompok orang yang menempati kedudukan tertinggi dalam masyarakat. Jika dalam suatu sistem lapisan masyarakat, kelompok elite akan menempti lapisan atas. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.
Elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi, yang berhubungan dengan masalah-masalah yang memperlihatkan sifat yang keras, masyarakat lain atau masa depan yang tak tentu.


4. Massa

Massa yaitu sekumpulan orang yg banyak sekali (berkumpul di suatu tempat atau 
tersebar), atau kelompok manusia yang bersatu karena dasar atau pegangan tertentu. Biasanya massa ini selalu berprilaku secara masal yang berhubungan dengan suatu persekutuan yang terbawa arus politik. Dalam massa sedikit sekali interaksi bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya.

Kamis, 03 November 2011

Merajut Benang-Benang Emas

mulai menggoreskan pena kebanggaanku..
Mengikuti kata hati,ku rangkai kata demi kata..
Ku rajut benang-benang emas,hingga membentuk sulaman nan indah..
Derai air matapun turut berbicara,
seakan menjadi saksi bisu akan kesungguhan dan kesabaranku..
Tak jarang jarum sulam melukai jariku..
Seolah tak menghiraukan rasa ngilu itu,
harapan besar menyelesaikan sulaman benang-benas emas dgn sempurna,
menggerakan aku 'tuk tetap melanjutkan rajutan yg tertunda..
Bercak-bercak darah memberikan sentuhan alami pada rajutan benang-benang itu..
Bekasnya tak kan hilang kecuali aku berusaha menghilangkannya..

Tetesan keringat turut menemaniku..
Rasa letih yg menyelinap dalam benak ku membuatku ingin segera mengakhiri pekerjaan ini..
Hampir setiap detiknya aku mengeluarkan pertanyaan yg sama dalam hati "Tuhan, apa aku sanggup menyelesaikan ini?"
seakan mendapat bisikkan sang malaikat,
meyakinkan bahwa aku mampu menyelesaikannya karena Tuhan selalu bersamaku.
Semangadku kembali membara..
Tak lagi pedulikan letih,luka,ataupun berjuta rintangan lainnya..
Karena aku melihat cahaya kebahagian yg telah menantiku di ujung sana..
Segera ku lanjutkan pekerjaanku sambil berkata dalam hati "tuntun aku dgn kuasaMu dan antar aku pada titik kebahagianMu wahai Zat yang MAHA SEMPURNA"

"Semu"

Langit begitu teduh dgn hadirmu,awan sentiasa payungi langkahku..
Kicauan burung laksana melodi pagi hari,m'buat jantung berdegup kencang dan alirah darah mengalir deras..
Begitu sempurna kau lukiskan cerita di lembar itu

ingin ku hentikan waktu,namun mustahil aku lakukan..
Tak ingin tinggalkan hari itu,tak ingin hapuskan cerita itu..

Mata terbelalak menatap semua yg ada di sekitarku,dan berkata
"oh Tuhan,aku tengah berangan-angan"
aku sadar, hidup adalah masa depan.
Bukan diam,bukan terpaku pada masa lalu,bukan pula sekedar angan-angan.
Aku harus hidup dalam kedinamisan.

Aku cinta masa lalu ku .
Yaa.. Tapi itu bukan hidup ku !
Aku hidup bagai raga tak bernyawa !
Hanya diam,tanpa PERLAWANAN !
"sadarkan aku Tuhan , ini bukan jalan hidupku!"

kenangan tinggalah kenangan..
Tapi hidup harus terus berjalan !

Belajar,,,

Aku memang buta,
tapi aku tidak tuli..
Aku memang bisu,
tapi aku punya hati..
Nurani ku berbicara .
Kelopak mata mulai lelah ,
kantungnya mulai berisi ,
lingkaran matapun tak lg cerah .
Bukan aku mengeluh , sama sekali bukan !
Aku berkaca dan bertanya2 pada bayanganku layaknya org gila .
Yaa.. Aku lebih bangga menyebut diriku orang gila dari pada orang lain menyebutku manusia yg tak punya harga diri !
Bukankah orang gila tak pernah mengaku gila ?
Jadi siapa yg lebih gila , aku yg bangga mengaku org gila atau org lain yg mengaku waras ?
Entahlah keduanya hanya sebagai asumsi .
Dan yg pasti ,
saat ini aku tengah belajar .
Belajar mengenal pribadiku ,
belajar menjadi diriku sendiri ,
atau mungkin aku akan belajar menjadi orang gila .
Bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu memiliki tujuan ?
Hanya saja manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahui secara pasti dan tak jarang yg menyalah artikan .
Aku percaya ,
Tuhanku tak pernah tidur apalagi tertidur .
Aku yakin ,
Tuhanku tak pernah lupa apalagi lalai .
Tugas manusia adalah ikhtiar .
Janji Tuhan itu benar dan hukum Tuhan pun nyata .
Apa yg terjadi dalam kehidupan yg fana ini adalah ketetapan dari-Nya .
Hidup dan mati milik Tuhan .
Kenikmatan yg dirasakan asalnya dari uluran kasih sayang Tuhan .
Bahkan musibah dan cobaan pun adalah bentuk cinta kasih Tuhan .
Dunia hanyalah persinggahan .
Stasiun akhirnya adalah akhirat . .
Semua yg ada di alam fana ini milik Tuhan ,
lalu apa yg pantas disombongkan oleh insan yg penuh dgn keterbatasan ?
Tidak ada !
Kesombongan adalah pakaian Tuhan !
Makhluk kecil yg kerjanya menengadahkan tangan seyogyanya bersyukur atas apa yg diberikan Tuhan .
Jika ingin mendapat lebih,
maka perlakukan Tuhan dgn 'lebih' pula .
Yaa semua yg ku tulis ini mungkin hanya teori belaka yg blm dapat aku aplikasikan dalam kehidupanku yg nyata .
Tapi setidaknya aku mulai memahami ,
bahwa kebahagiaan yg hakiki adalah berlapang dada ketika kenyataan tak sesuai harapan .

Tugas Soft-skill (Periode 2) - part 1

 Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda
        Pemuda adalah generasi baru penerus generasi lama yang sangat memerlukan bimbingan dalam segala hal yang akan dihadapinya atau dijalaninya. Pemuda cenderung selalu cepat dalam mengambil keputusan tanpa memikirkan panjang akibat dari keputusan yang diambilnya. Semua itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan para pemuda dalam menghadapi persoalan, maka itu pemuda disebut sebagai generasi yang sangat membutuhkan bimbingan dalam segala hal.
     Pemuda membutuhkan bimbingan yang baik dan benar, dan ada pembenaran dari bimbingan itu. Bimbingan atau pendidikan yang didapatkan pemuda didapat dari beberapa media, seperti pendidikan yang didapat dikeluarga, sekolah dan lingkungan tempatnya bergaul. Proses dimana pemuda membentuk kepribadian disebut proses sosialisasi. Karena melaui proses tersebut pemuda dapat belajar menghayati atau mengenal norma-norma dan nilai-nilai sosial sehingga pemuda dalam beprilaku yang sesuai dengan prilaku masyarakatnya.
        Pada masyarakat sekarang, banyak pemuda yang tidak beprilaku yang sesuai dengan peraturan atau prilaku masyarakatnya. Sering kali masyarakat menyebutnya sebagai pemuda nakal. Contoh pemuda nakal, yaitu pemuda yang menggunakan narkoba, minum-minuman keras, dll. Hal tersebut sangat membuat masyarakat benci terhadap pemuda zaman sekarang, karena perbuatan mereka yang sangat merugikan banyak orang termasuk dirinya sendiri. Untuk itu disarankan agar pemuda dapat memberikan dan menurunkan suatu budaya atau prilaku atau kebiasaan yang baik untuk generasi berikutnya.

Sosialisasi
      Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan tuntutan atau prilaku masyarakatnya.
Media Sosialisasi
1. Keluarga
        Keluarga merupakan media awal dari suatu proses sosialisasi. Proses sosialisasi awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya, seperti cara makan, berbicara, berjalan, hingga belajar bertindak dan berprilaku. Melalui lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari.
   Dalam keluarga, orang tua mencurahkan perhatian untuk mendidik anak agar anak tersebut memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin sehingga membentuk kepribadian yang baik bagi si Anak. Oleh karena itu orang tua sangat berperan untuk:
1) memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya,
2) mendorong agar anak dapat membedakan antara prilaku benar atau salah, baik atau buruk, pantas dan tidak pantas dan sebagainya, serta
3) memberikan contoh prilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya.
Dalam lingkungan keluarga kita mengenal 2 macam pola sosialisai, yaitu:
1) Sosialisasi Represif, ciri-cirinya:
·         menghukum prilaku yang keliru,
·         hukuman dan imbalan material,
·         kepatuhan anak,
·         komunikasi sebagai perintah,
·         komunikasi nonverbal,
·         sosialisasi berpusat pada orang tua,
·         anak memperhatikan keinginan orang tua, dan
·         keluarga merupakan dominasi orang tua.
2) Sosialisasi partisipasi, ciri-cirinya:
·         memberikan imbalan bagi prilaku yang baik,
·         hukuman dan imbalan simbolis,
·         otonomi anak,
·         komunikasi sebagai interaksi,
·         komunikasi verbal,
·         sosialisasi berpusat pada anak,
·         orang tua memperhatikan keinginan anak, dan
·         keluarga merupakan kerja sama ke arah tujuan.
   Keseluruhan sistem belajar mengajar sebagai bentuk sosialisasi dalam keluarga bisa disebut sistem pendidikan keluarga.
2.  Kelompok Bermain
   Teman dan persahabatan merupakan pengelompokan sosial yang melibatkan orang-orang yang berhubungan relatif akrab satu sama lain. Peranan positif kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian anak, antara lain sebagai berikut:
·    Rasa aman dan dianggap penting dalam kelompok akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak.
·      Perkembangan kemandirian remaja tumbuh dengan baik dalam kelommpok persahabatan.
·   Remaja mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir, gembira dan sebagainya yang mungkin tidak didapatkan di rumah.
·       Melalui interaksi dalam kelompok, remaja dapat mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang berguna bagi kehidupannya kelak.
·      Pada umumnya, kelompok persahabatan mempunyai pola prilaku dan kaidah-kaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap lebih dewasa.
3.  Lingkungan sekolah
   Di lingkungan sekolah, seseorang mempelajari hal-hal baru yang belum mereka temukan, bail di lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Pendidikan formal mempersiapkan seorang anak menguasai peranan-peranan baru dikemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Fungsi nyata pendidikan :
·      Sebagai modal penting dalam menentukan mata pencaharian.
·      Dapat mengembangkan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pengembangan masyarakat.
4.  Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja juga mempunyai pengaruh yang besar pada pembentukan kepribadian seseorang. Pengaruh dari lingkungan kerja tersebut pada umumnya mengendap dalam diri seseorang dan sukar sekali untuk dibah, apalagi jika yang bersangkutan cukup lama bekerja dilingkungan tersebut.
5.  Media massa
    Media massa didefinisikan sebagai media sosialisasi yang berpengaruh terhadap prilaku khalayaknya. Iklan yang ditayangkan melalui media massa mempunyai potensi untuk mengubah pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat.

Bentuk-Bentuk Sosialisasi
a.  Sosialisasi Primer
adalah sosialisasi pertama yang dialami individu sewaktu kecil.
b.  Sosialisasi Sekunder
pada tahap ini terjadi desosialisasi, yaitu proses pencabutan indentitas diri yang lama dan dilanjutkan dengan resosialisasi, yaitu pemberian identitas yang baru yang didapat mealui institusi sosial.

Tahap-Tahap Sosialisasi
1.  Masa Anak-anak
2.  Masa Remaja
3.  Masa Dewasa

Kesimpulan
        Pemuda adalah generasi yang sangat memerlukan bimbingan dalam mengambil tindakan, hal itu dapat dipengaruhi oleh bagaimana pembentukan kepribadian si pemuda itu sendiri. Pembentukan kepribadian itu melalui proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, media awalnya adalah keluarga. Pemuda mendapatkan pembelajaran pertama dari keluarga, hal itu sangat berpengaruh dalam proses sosialisasi yang akan dialami pemuda. Proses tersebut, akan mmpengaruhi segala prilaku pemuda di tengah masyarakat sebagai anggota masyarakat.


Tugas Soft-skill (Periode 1) - part 1

Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan

1. Penduduk
          Penduduk adalah kesatuan masyarakat yang tinggal di daerah yang sama atau suatu wilayah. Penduduk juga terikat oleh aturan-aturan yang berlaku di daerah atau wilayah nya bertempat. Sebagai contoh adalah penduduk yang ada di Indonesia, penduduk di Indonesia harus mematuhi segala aturan-aturan yang berlaku di Negara Indonesia.
         Penduduk juga akan selalu mengalami pertumbuhan dimanapun daerah atau wilayahnya. Pertumbuhan penduduk dalam suatu wilayah akan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi karena adanya jumlah tertentu, yaitu jumlah kematian dan kelahiran yang ada pada wilayah tersebut.

2. Masyarakat
         Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang tinggal di wilayah tertentu yang selalu berhubungan satu sama lain dengan waktu yang cukup lama. Dalam masyarakat, orang-orang saling berinteraksi, bekerja sama, saling tolong menolong sehingga tercipta suatu hubungan baik antar individu atau keluarga.
      Dimasyarakat juga terdapat suatu kebiasaan yang merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang. Contoh kebiasaan baik dalam masyarakat adalah mengucapkan salam ketika bertemu, atau membungkukkan badan sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua. Hal itu membuat masyarakat telah mencapai hal-hal yang dianggap baik dalam masyarakat itu sendiri.

3. Kebudayaan
         Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia, turun menurun dari generasi ke generasi yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dalam pikiran manusia. Kebudayaan itu berbentuk suatu budaya yang pasti ada dalam kehidupan bermasyarakat. Suatu budaya itu juga dialami bersama secara sosial oleh masyarakat. Kebudayaan juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang berdasarkan daerah tinggal, cara hidup, agama ataupun kelas sosial. Budaya juga dapat berubah, perubahan budaya bisa timbul karena adanya perubahan lingkungan yang didapat di masyarakat.

Kesimpulan
        Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan. Penduduk adalah kesatuan masyarakat yang merupakan sekumpulan manusia yang saling berhubungan satu sama lain. Masyarakat tentu tak lepas dari konsep budaya, karena kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial oleh masyarakat. Dalam proses pergaulannya, masyarakat akan menghasilkan budaya yang akan dipakai sebagai sarana untuk menjalankan kehidupan diwilayahnya.