Kamis, 22 Desember 2011

Pertentangan Sosial dan Integrasi

Perbedaan Kepentingan Masyarakat

Hidup bermasyarakat adalah menjalani kehidupan dengan baik antar individu, kelompok maupun golongan yang terdapat di masyarakat. Ikatan berupa norma atau aturan yang ada di masyarakat dengan para anggotanya sebagai alat pengontrol agar masyarakatnya tidak terlepas pada norma yang ada. Sebagai buktinya adalah rasa solider,tenggang rasa yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap sesamanya. Antar anggota masyarakat memiliki persamaan-persamaan dalam berbagai hal, dari persamaan itulah juga akan ditemukan perbedaan. Perbedaan itu salah satunya adalah perbedaan kepentingan masyarakat. Setiap anggota masyarakat pasti memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan itu dapat disebut sifat naluriah. Perbedaan kepentingan itu juga dapat terjadi karena setiap kebutahan anggota masyarakat selalu berbeda. tergantung pada gaya hidup masing-masing anggota masyarakat. Seperti kebutuhan pokok, sekunder dan tersiernya.


Pertentangan Sosial  

Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar-dasar konflik antara lain:
1.     Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
2.  Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.     Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi pada lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat. Pertentangan sosial bisa di artikan sebagai suatu kasus atau suatu masalah yang sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat karena di dalam kehidupan bermasyarakat setiap individu memiliki cara pandang dan tujuan yang berbeda-beda dengan orang sekitar nya ,hal tersebut lah yang dapat menciptakan pertentangan sosial ,sebagai contoh nya adalah sering terjadi nya tawuran antar warga yang di sebabkan karena perbedaan agama,ras,suku dan golongan setiap individu nya .


Intregasi Sosial

Integrasi berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.  Integrasi juga adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap kebudayaan mereka masing-masing.  Integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.

Bentuk Integrasi Sosial

·       ·   Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
·  Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Faktor-Faktor Pendorong

a. Faktor Internal :
1.   kesadaran diri sebagai makhluk sosial
2.   tuntutan kebutuhan
3.   jiwa dan semangat gotong royong

b. Faktor External :
1.   tuntutan perkembangan zaman
2.   persamaan kebudayaan
3.   terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
4.   persaman visi, misi, dan tujuan
5.   sikap toleransi
6.   adanya kosensus nilai
7.   adanya tantangan dari luar

Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

1. Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2.   Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar